Home » Articles posted by Yusup (Page 3)

Author Archives: Yusup

Airzone

Kategori

Arsip

Flag Counter

Flag Counter

Alexa Bootstrap

Modus Residensial Genap 2017-2018

Modus Residensial iLearning Plus (iL+)
Sebelum kuliah iL+ berjalan maka menggunakan Modus Residensial iL+. Maksud Residensial adalah penjelasan teknis/pembekalan sebelum pembelajaran iL+ dimulai atau belajar awal di setiap semester.

(more…)

Hibah Dosen Muda

Hibah Dosen Muda dapat diakses disini

Training ISO : Cara Menyusun Manual Mutu

Conteks Organisasi dibagi dua :
Issue Internal/Eksternal
Interested Party

Ada dua cara membuat Issue Internal/Eksternal yaitu menggunakan SWOT dan PESTEL. Selanjutnya issue tersebut harus disortir yang relevan dengan bisnis dan eksistensi yang berkaitan dengan Perguruan Tinggi Raharja. Eksistensi misalnya bertahan atau tidak dengan keberlangsungan perguruan tinggi saat ini, supaya perguruan tinggi ini tetap bertahan dan tumbuh atau lain sebagainya. Interested Party misalnya ada 25 issue mungkin yang relevan misalnya ada 7 issue yang kita identifikasi. Dan interested party ini selanjutnya dimasukan ke dalam tabel.
Issue yang ada di dalam analisa SWOT dan Issue yang ada di dalam analisa PESTEL bisa saja ada issue yang sama. Kemudian dari Issue Internal/Eksternal dengan Interested Party tersebut terdapat irisannya, selanjutnya akan menjadi Context Of Organization yang sudah disaring dari kedua analisa tersebut.
Misalnya dari Context of Organization, issue-isue apa saja yang berkaitan dengan manajemen yang sudah disaring letakkan di tabel. Dari Issue-issue tersebut ada resiko (risk) apa saja. Misalnya Issuenya “Peraturan atau Regulasi yang menuntut kompetensi” Selanjutnya dampaknya apa? Misalnya “Jika Kompetensi Dosen Rendah Maka Mutu Pembelajaran akan turun” atau “ketertarikan animo masyarakat untuk mendaftar turun” karena ada tunturan regulasi tersebut maka tuntutannya adalah dengan studi lanjut dan dosen agar memiliki sertifikasi kompetensi.
Di hasil penyelesaian tugas kemarin yang sudah dikerjakan masih ada yang salah dalam menentukan issue organisasi, karena belum banyak yang disaring. Dari Issue akan keluar potensi Risk. Dibalik Risk ada juga Opportunity yang muncul atau dari Opportunity yang kita miliki bagaimana dapat menaikkan grade atau level dan ini agar disebutkan secara spesifik dimasukan ke dalam tabel.
Contoh lain tentang Issue : Misalnya “Penelitian Rendah” yang menjadi Risk adalah “Akreditasi akan turun atau Klaster Penelitian masih level binaan” Opportunity nya adalah “Klaster Penelitian Meningkat menjadi klaster madya”
Severity adalah tingkat keparahan dari suatu issue.
Bisa saja ada issue yang muncul hanya Opportunitynya saja tanpa ada risk tidak mengapa. Setelah itu diklasifikasi ke dalam kolom Probabilty (Tingkat Peluang) apakah Level Low, Medium atau High, Severity.
Additional Control dilakukan apabila diluar Acceptable Risk. Jadi Kalau kombinasi P (M) dan S (H) maka kondisinya Serious (H).
Acceptable Risk adalah resiko yang tidak perlu kita follow up, cukup kita kontrol yang sudah berjalan. Yang kita kontrol secara intensif adalah yang diatas Acceptable Risk, jadi tidak semua resiko kita kontrol. Kontrol ada dua ada yaitu Existing Control dan Additional Action Controls.
Additional Action Controls muncul jika dan hanya jika High (H) atau Serious (S) Risk. Kalau tidak ada cukup dikosongkan saja.
Axisting Control adalah yang sudah kita lakukan atau hasilnya yang sudah berjalan dengan kondisi yang ada. Ketika Risknya masuk kategori High (H) maka harus ada Additional Control tujuannya adalah supaya bagaimana Risk tersebut turun ke level low.
Tabel ini akan dievaluasi per enam bulan dan harus di review pada saat Rapat Tinjauan Manajemen. Ketika ada assessment yang diperiksa adalah existing dan additional control ini.
Existing kontrol adalah tetap dijalankan dan additional control adalah tambahannya. Karena resikonya diatas acceptable.
Buat prosedur yang mengatur cara membuat table Risk.


Issue-issue jangan langsung masuk ke dalam tabel. Kumpulan terlebih dahulu issue-issue yang sedang hot atau hangat yang bisa mengganggu kita, setelah kita saring issue, manajemen baru kita pecahkan resiko dan opportunity.

Yang kita harus cari sumbernya:
1. Issue Manajemen
2. Issue Operasional menjadi issue Divisi atau Bagian.

Issue itu dikaitkan dengan core proses nantinya. Issue manajemen bisa saja bentuknya issue berupa policy atau bisa juga sifatnya operasional. Jadi ada issue yang ada di manajemen bisa turun menjadi issue operasional (divisi). Tapi bisa juga issue itu berdiri sendiri hanya khusus issue manajemen.
Selanjutnya dibuat ke dalam tabel risk opportunity.

Metode Penilaian (assessement) iLP

Metode Penilaian iLP dapat dilihat disini

Referensi Assessment dapat dilihat disini

Bobot Aspek Penilaian Borang

Aspek Penilaian Borang dapat dilihat disini

Form Penilaian Akreditasi Sarjana dapat dilihat disini

Penetapan Dana Penelitian Perguruan Tinggi Raharja

Materi dapat diakses disini

Materi Rakernas Kemenristekdikti 2018

Materi Rakernas Ristekdikti 2018 dapat diakses disini

Kompetensi dan Kebutuhan SDM Informatika dalam Menghadapi Digital Disruption.pptx

Materi dapat diakses disini

Materi Pembekalan APTISI IV-B Banten oleh Koordinator Kopertis IV

Materi video dapat diakses di:

Striving for Excellence in Research

Materi dapat diakses disini