Home » Articles posted by Yusup (Page 3)

Author Archives: Yusup

Airzone

Kategori

Arsip

Flag Counter

Flag Counter

Alexa Bootstrap

SKuP Laporan Hibah Online Collaborative Learning

SKUP LAPORAN PENELITIAN HIBAH DOSEN PEMULA
Ketua: Diah Aryani, ST., M.Kom, NIDN : 0421088001
Anggota:
Muhamad Yusup, M.Kom, NIDN : 0417077907
Ilamsyah, M.Kom, NIDN : 0328068301

No Berkas link status
1 Proposal link selesai
2 Laporan Kemajuan link proses
3 Laporan Akhir link proses
4 Laporan Penggunaan Dana link proses
5 Buku Kas Umum link proses
6 Daftar Penerima Honorarium link proses
7 Kwitansi Pembayaran < Rp. 250.000 link proses
8 Kwitansi Pembayaran Rp. 250.000-1.000.000 link proses
9 Kwitansi Pembayaran < 1.000.000 link proses
10 Dokumen Pendukung link proses
11 Logbook link proses
12 Laporan Keuangan Beserta Bonnya link proses
13 CCIT Journal link done
14 PROSIDING SENSITEK link done

Proposal Hibah Buku Ajar

  1. Contoh: Proposal (unggah)
  2. Contoh: Proposal (docx)
  3. Contoh: Halaman Pengesahan
  4. Contoh:Rincian Biaya
  5. Contoh: CV
  6. Materi:Sukses Menulis Buku Pendidikan Tinggi

Draft SK PAP

SK PAP usulan dapat dilihat disini

SK PAP yang lama dapat dilihat disini

Materi Sosialisasi Penyusunan Laporan Keuangan Bagi Penerima Hibah Penelitian dan Pengabdian 2018

Tata Cara Penyusunan RAB dan Laporan Keuangan Penelitian dan PKM, dapat diakses disini

PERMENKEU No. 106/PMK.02/2016 TENTANG STANDAR BIAYA KELUARAN
TAHUN ANGGARAN 2017, dapat diakses disini

TATA CARA PERHITUNGAN PPH/PPN DANA HIBAH PENELITIAN DAN PENGABDIAN BAGI MASYARAKAT, dapat diakses disini

Dokumen Legal Kerjasama

Dokumen Kerjasama dapat diakses disini
Dokumen Kerjasama AMIK disini

Migrasi ISO 9001:2008 ke 9001:2015

Manual Mutu dapat diakses disini

Konteks Organisasi dapat diakses disini

Prosedur Menyusun Risk Opportunity dapat diakses disini

Contoh tabel Risk Opportunity dapat diakses disini

Modus Residensial Genap 2017-2018

Modus Residensial iLearning Plus (iL+)
Sebelum kuliah iL+ berjalan maka menggunakan Modus Residensial iL+. Maksud Residensial adalah penjelasan teknis/pembekalan sebelum pembelajaran iL+ dimulai atau belajar awal di setiap semester.

(more…)

Hibah Dosen Muda

Hibah Dosen Muda dapat diakses disini

Training ISO : Cara Menyusun Manual Mutu

Conteks Organisasi dibagi dua :
Issue Internal/Eksternal
Interested Party

Ada dua cara membuat Issue Internal/Eksternal yaitu menggunakan SWOT dan PESTEL. Selanjutnya issue tersebut harus disortir yang relevan dengan bisnis dan eksistensi yang berkaitan dengan Perguruan Tinggi Raharja. Eksistensi misalnya bertahan atau tidak dengan keberlangsungan perguruan tinggi saat ini, supaya perguruan tinggi ini tetap bertahan dan tumbuh atau lain sebagainya. Interested Party misalnya ada 25 issue mungkin yang relevan misalnya ada 7 issue yang kita identifikasi. Dan interested party ini selanjutnya dimasukan ke dalam tabel.
Issue yang ada di dalam analisa SWOT dan Issue yang ada di dalam analisa PESTEL bisa saja ada issue yang sama. Kemudian dari Issue Internal/Eksternal dengan Interested Party tersebut terdapat irisannya, selanjutnya akan menjadi Context Of Organization yang sudah disaring dari kedua analisa tersebut.
Misalnya dari Context of Organization, issue-isue apa saja yang berkaitan dengan manajemen yang sudah disaring letakkan di tabel. Dari Issue-issue tersebut ada resiko (risk) apa saja. Misalnya Issuenya “Peraturan atau Regulasi yang menuntut kompetensi” Selanjutnya dampaknya apa? Misalnya “Jika Kompetensi Dosen Rendah Maka Mutu Pembelajaran akan turun” atau “ketertarikan animo masyarakat untuk mendaftar turun” karena ada tunturan regulasi tersebut maka tuntutannya adalah dengan studi lanjut dan dosen agar memiliki sertifikasi kompetensi.
Di hasil penyelesaian tugas kemarin yang sudah dikerjakan masih ada yang salah dalam menentukan issue organisasi, karena belum banyak yang disaring. Dari Issue akan keluar potensi Risk. Dibalik Risk ada juga Opportunity yang muncul atau dari Opportunity yang kita miliki bagaimana dapat menaikkan grade atau level dan ini agar disebutkan secara spesifik dimasukan ke dalam tabel.
Contoh lain tentang Issue : Misalnya “Penelitian Rendah” yang menjadi Risk adalah “Akreditasi akan turun atau Klaster Penelitian masih level binaan” Opportunity nya adalah “Klaster Penelitian Meningkat menjadi klaster madya”
Severity adalah tingkat keparahan dari suatu issue.
Bisa saja ada issue yang muncul hanya Opportunitynya saja tanpa ada risk tidak mengapa. Setelah itu diklasifikasi ke dalam kolom Probabilty (Tingkat Peluang) apakah Level Low, Medium atau High, Severity.
Additional Control dilakukan apabila diluar Acceptable Risk. Jadi Kalau kombinasi P (M) dan S (H) maka kondisinya Serious (H).
Acceptable Risk adalah resiko yang tidak perlu kita follow up, cukup kita kontrol yang sudah berjalan. Yang kita kontrol secara intensif adalah yang diatas Acceptable Risk, jadi tidak semua resiko kita kontrol. Kontrol ada dua ada yaitu Existing Control dan Additional Action Controls.
Additional Action Controls muncul jika dan hanya jika High (H) atau Serious (S) Risk. Kalau tidak ada cukup dikosongkan saja.
Axisting Control adalah yang sudah kita lakukan atau hasilnya yang sudah berjalan dengan kondisi yang ada. Ketika Risknya masuk kategori High (H) maka harus ada Additional Control tujuannya adalah supaya bagaimana Risk tersebut turun ke level low.
Tabel ini akan dievaluasi per enam bulan dan harus di review pada saat Rapat Tinjauan Manajemen. Ketika ada assessment yang diperiksa adalah existing dan additional control ini.
Existing kontrol adalah tetap dijalankan dan additional control adalah tambahannya. Karena resikonya diatas acceptable.
Buat prosedur yang mengatur cara membuat table Risk.


Issue-issue jangan langsung masuk ke dalam tabel. Kumpulan terlebih dahulu issue-issue yang sedang hot atau hangat yang bisa mengganggu kita, setelah kita saring issue, manajemen baru kita pecahkan resiko dan opportunity.

Yang kita harus cari sumbernya:
1. Issue Manajemen
2. Issue Operasional menjadi issue Divisi atau Bagian.

Issue itu dikaitkan dengan core proses nantinya. Issue manajemen bisa saja bentuknya issue berupa policy atau bisa juga sifatnya operasional. Jadi ada issue yang ada di manajemen bisa turun menjadi issue operasional (divisi). Tapi bisa juga issue itu berdiri sendiri hanya khusus issue manajemen.
Selanjutnya dibuat ke dalam tabel risk opportunity.

Metode Penilaian (assessement) iLP

Metode Penilaian iLP dapat dilihat disini

Referensi Assessment dapat dilihat disini