ADA APA DENGAN KELOMPOK BINAAN

Latar Belakang:
Selama ini kita fokus pada pengelolaan hasil luaran riset (fokus pada pengelolaan penerbitan jurnal) merupakan hasil tulisan mahasiswa bersama dosen.
Kita belum fokus pada pengelolaan sumber riset (mengelola penelitian dosen), kesulitannya adalah ketika akreditasi maka pemberkasan (proposal dan laporan riset) ini harus ada. Solusinya adalah dengan mengelola riset dosen  maka dengan sendirinya luaran riset akan banyak dan melimpah yang dihasilkan oleh para dosen.
Paradigma ini masih terbalik.
Kendala:
Kita selalu fokus pada output riset, bukan pada sumber riset maka ketika akreditasi untuk pemberkasan ini harus ada.
Solusi:
Seharusnya kita fokus pada sumber riset maka dengan sendirinya output (jurnal, prosiding, paten, haki, buku) akan banyak dihasilkan.
Ini salah satu cara meningkatkan Predikat dari “KELOMPOK BINAAN” menjadi “KELOMPOK MADYA
Pertanyaan selanjutnya:
ADA APA DENGAN “KELOMPOK BINAAN ” (AADKB)?
Untuk itu mari kita telusuri keyword KELOMPOK BINAAN melalui Panduan Edisi IX Tahun 2013
Yang menjelaskan tentang :
(Halaman 4) Guna mendukung program desentralisasi penelitian agar berjalan dengan baik, Ditjen Dikti melalui Ditlitabmas telah melakukan berbagai upaya, yang mencakup hal-hal berikut: a. pemetaan kinerja penelitian yang telah mengklasifikasikan perguruan tinggi kedalam enam kelompok, yaitu kelompok Mandiri, Utama, Madya,Binaan, Politeknik Nonbinaan, dan Politenik Binaan. Pengelompokan ini digunakan sebagai dasar dalam pemberian kewenangan dan alokasi dana penelitian.Pemetaan kinerja penelitian akan dilakukan setiap tiga tahun sekali, dengan harapan bahwa setiap perguruan tinggi akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja penelitiannya sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan;
——————————————–
(Halaman 13) Kewenangan Ditlitabmas Kewenangan Ditlitabmas dalam pengelolaan penelitian perguruan tinggi adalah sebagai berikut.
Menyelenggarakan hibah penelitian kompetitif nasional, hibah penelitian desentralisasi kelompok binaan.
——————————————–
Seleksi Proposal Penelitian Seleksi proposal penelitian perguruan tinggi dilakukan oleh tim penilai. Ketentuan yang terkait dengan seleksi proposal penelitian oleh tim penilai adalah sebagai berikut.
Pada perguruan tinggi kelompok Binaan, seleksi proposal dilakukan oleh tim penilai yang ditunjuk Ditlitabmas. Sedangkan pelaksanaan seleksi proposaldikoordinasikan bersama dengan Kopertis.
——————————————–
Seleksi proposal 
(Halaman 15) Seleksi proposal penelitian baik desentralisasi maupun kompetitif nasional secara umum dilakukan dalam dua tahapan, yaitu desk-evaluation (evaluasi online) dan pembahasan proposal penelitian. Pada skema penelitian tertentu, proses seleksi dilengkapi dengan tahapan site visit. Pelaksanaan proses seleksi, pelaksanaan penelitian, monev, dan tindak lanjut kegiatan diuraikan sebagai berikut.
——————————————–
Evaluasi online
(Halaman 16) Untuk Perguruan Tinggi Kelompok Binaan (PTN, PTS, dan Politeknik), penilaian proposal penelitian dilaksanakan oleh penilai Ditlitabmas Dikti secara online melalui SIM-LITABMAS.
——————————————–
Pengumuman Proposal yang Didanai
(Halaman 17) Bagi perguruan tinggi swasta kelompok Binaan, pengumuman hasil seleksi proposal penelitian dilakukan oleh Kopertis melalui Surat Keputusan Koordinator Kopertis setelah ada kepastian pagu dana dan persetujuan dari Ditlitabmas
——————————————–
(Halaman 18) Biaya pengelolaan desentralisasi penelitian pada PTS kelompok Binaan (seleksi dan pembahasan) dibebankan kepada anggaran Ditlitabmas yang berkoordinasi dengan Kopertis.
——————————————–
(Halaman 18)  Dana desentralisasi penelitian untuk PTS disalurkan melalui DIPA Kopertis wilayah perguruan tinggi masing-masing. Selanjutnya Kopertis menyalurkan dana tersebut kepada PTS di luar Kelompok Binaan sesuai dengan pagu yang telah ditetapkan oleh Ditlitabmas. Dana desentralisasi penelitian untuk kelompok PTS Binaan tetap dikelola oleh Kopertis yang selanjutnya digunakan untuk pembiayaan Skema Penelitian yang didesentralisasikan, kecuali untuk Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi.
——————————————–
(Halaman 20) Bagi perguruan tinggi kelompok Binaan, alokasi dana desentralisasi penelitian dari Ditlitabmas dengan kisaran 25% untuk penelitian unggulan perguruan tinggi yang berbasis RIP dan 75% dana lainnya digunakan untuk penelitian kompetitif multi tahun.
——————————————–
(Halaman 20) Selain sumber dana desentralisasi penelitian dari Ditlitabmas, perguruan tinggi wajib menyediakan dana penelitian internal dan dana pengelolaan penelitian yang besarnya ditetapkan berdasarkan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
——————————————–
(Halaman 100) Sejalan dengan kebijakan desentralisasi penelitian oleh Ditjen Dikti, Penelitian Dosen Pemula merupakan salah satu skema penelitian yang diperuntukkan bagi dosen tetap Perguruan Tinggi Kelompok Binaan. Selain untuk mengarahkan dan membina kemampuan meneliti, program ini juga diharapkan dapat menjadi sarana latihan bagi dosen pemula untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dalam jurnal ilmiah baik lokal maupun nasional terakreditasi. Setelah penelitian selesai, para peneliti diwajibkan untuk menyerahkan laporan hasil penelitian, luaran publikasi ilmiah, dan diharapkan dapat melanjutkan penelitiannya keprogram penelitian lain yang lebih tinggi.
——————————————–
(Halaman 101) 9.4 Kriteria dan Pengusulan Kriteria dan persyaratan umum pengusulan Penelitian Dosen Pemula dijabarkan sebagai berikut: a. pengusul adalah dosen tetap di Perguruan Tinggi Kelompok Binaan berdasarkan pada pengelompokan kinerja penelitian perguruan tinggi;
Perguruan tinggi dengan Predikat Mandiri merupakan perguruan tinggi yang mempunyai sumber daya penelitian yang sangat baik, telah menerapkan sistem penjaminan mutu dalam pengelolaan penelitian, produktivitas luaran penelitian yang sangat tinggi dengan reputasi internasional dan telah dimanfaatkan oleh stakeholder. Perguruan tinggi dengan predikat ini seharusnya mampu menghasilkan unit yang dapat menghasilkan revenue secara mandiri, misalnya memiliki unit bisnis dari produk intelektual perguruan tinggi.
Perguruan tinggi dengan Predikat Utama merupakan perguruan tinggi dengan sistem pengelolaan penelitian yang sudah baik, namun belum banyak menghasilkan luaran penelitian yang bereputasi internasional dan dapat dimanfaatkan stakeholder. Perguruan tinggi dengan predikat ini harus berupaya untuk meningkatkan pemanfaatan luaran penelitian dan mengembangkan unit bisnis yang berbasis produk intelektual.
Perguruan tinggi dengan Predikat Madya merupakan perguruan tinggi dengan sistem pengelolaan penelitian yang cukup baik dengan luaran penelitian yang belum banyak. Perguruan tinggi dengan predikat ini perlu meningkatkan kapasitasnya baik dari sisi sumber daya, pengelolaan, maupun luaran penelitian.
Perguruan tinggi dengan Predikat Binaan merupakan perguruan tinggi yang baru merintis pelaksanaan penelitian. Perguruan tinggi ini baru menata program-program penelitian dengan mempertimbangkan sumber daya penelitian yang dimiliki. Perguruan tinggi dengan predikat ini harus berupaya mengembangkan kapasitas penelitian agar mampu mengelola penelitian sehingga menghasilkan luaran penelitian yang baik.

2 Comments

  • jokodewanto

    Hibah penelitian kelompok binaan
    Berangkat dari Desentralisasi Penelitian
    1. Pelimpahan sebagian tugas dan wewenang dalam pengelolaan penelitian secara bertahap dari Ditlitabmas kepada Perguruan Tinggi
    2. Pelimpahan kewenangan tersebut ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi kinerja penelitian Perguruan Tinggi

    Sebelumnya kita lihat kelompok (klaster) penelitian berdasarkan peringkat :
    – Klaster Non Binaan
    – Klaster Binaan = 25 % penelitian PT dan 75 % penelitian kompetitif dan multitahun
    – Klaster Madya= 35 % penelitian PT dan 65 % penelitian kompetitif dan multitahun
    – Klaster Utama= 60 % penelitian PT dan 40 % penelitian kompetitif dan multitahun
    – Klaster Mandiri= 100 % penelitian perguruan tinggi
    Anggaran dari binaan maks 2 milyar, madya maks 5 milyar, utama maks 15 milyar dan mandir maks 25 milyar
    binaan reviewer dari ditlimtabmas
    madya, utama mandiri reviewer berdasarkan komposisi reviewer internal dan eksternal
    Ayo teman teman kita banyak meneliti lumayan untuk meningkatkan kompetensi,

    Semoga membantu ya Mas Yusuf
    dan teman teman krew Raharja

    • Yusup

      Terima kasih Dr. Joko Dewanto, penjelasan ini sangat membantu ADA APA DENGAN KELOMPOK BINAAN.

Leave us a Comment

logged inYou must be to post a comment.