Airzone

Kategori

Arsip

Flag Counter

Flag Counter

Alexa Bootstrap

Materi Tracer Study

Materi Tracer Study dapat diakses disini:

https://drive.google.com/drive/folders/1b6u0qfzWW0gjV8yy3tFoSgl6tphS2cry

Bimbingan Teknis Internalisasi Merdeka Belajar Ke Dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal

Bimbingan Teknis Internalisasi Merdeka Belajar Ke Dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

Sosialisasi Indikator Kinerja Utama (IKU) bagi Perguruan Tinggi Swasta

Berdasarkan Undangan dari LLDIKTI IV Nomor 7415/LL4/PR/2020 tentang Sosialisasi Indikator Kinerja Utama (IKU) bagi Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV melalui Video Conference, dengan ini kami mengundang Saudara beserta 1 (satu) orang staf yang menangani pengisian kinerja pada laman simonev.lldikti4.or.id. untuk mengikuti kegiatan tersebut yang akan diselenggarakan pada:

Hari/tanggal: Senin, 16 November 2020
Waktu: pukul 09.30 WIB s.d selesai

Meeting ID: 835 3694 3561
Password: 622521

Adapun Jadwal Sosialisasi sebagai berikut:

Waktu Jadwal/Kegiatan Narasumber Moderator
09.45 – 10.00 Persiapan dan Pengecekan Peserta
10.00 – 10.30 Pembukaan Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd.
10.30 – 11.30 Penjelasan Indikator Kinerja Utama (IKU) LLDIKTI Wigit Jatmiko, S.Si., M.M.
11.30 – 12.00 Teknis Pengisian Laporan Simonev LLDIKTI Tim LLDIKTI Wilayah IV
12.00 – 12.15 Teknis Pengisian Laporan Simonev LLDIKTI Penutupan

 

Materi Kegiatan dapat diakses di: https://drive.google.com/drive/folders/1sJNKpXIUMYL4hM8KLgIwteIfy99zNHqt?usp=sharing

SAMBUTAN KETUA LLDIKTI IV JABAR DAN BANTEN

Pada hari ini kita menerima wawasan tentang IKU PTN dan IKU LLDIKTI yang pada akhir-akhir ini kita senantiasa mendapatkan dua kalimat yang saling berkaitan. Kampus Merdeka – Merdeka Belajar.

Pada hari ini tidak hanya mendapatkan wawasan tapi ada 3 (tiga) Aspek yang paling utama terkait dengan 754/P/2020 tentang IKU PTN dan IKU LLDIKTI. Untuk PTS tidak ada kewajiban menerapkan Permen ini. Namun dapat mendukung berkaitan dengan kualitas lulusan, kualitas dosen, kurikulum dan pembelajaran.

Kalau bicara tentang IKU sebagai salah satu tolak ukur keberhasilan kampus yang merdeka dalam pemahalaman Prof Uman adalah bukan hanya kampus merdeka sebagai indikator yang bukan prodinya yang kampus unggul akan tetapi punya otonomi akademik yang merdeka. Akreditasi minimal Baik kecuali Pendidikan Kesehatan. Tapi Prodi umum dengan kemerdekaan reakreditasi ditentukan oleh kampus yang bersangkutan. Yang akan kita bicarakan adalah kampus yang dapat memberikan kemerdekaan kepada lulusannya sehingga dapat yang dapat menentukan masa depannya yaitu:

  1. Lulusan mendapatkan kesempatan menjadi pegawai
  2. Lulusan mendapatkan dorongan membuka wirausaha
  3. Lulusan mendapatkan gambaran tentang studi lanjut.

IKU yang dimaksud dengan lulusan yang berkualitas adalah lulusan yang punya dengan penghasilan yang cukup.

Ada 3 (tiga) upaya yang dapat dilakukan oleh Perguruan Tinggi diantaranya adalah:

  1. Manajemen -> berkaitan dengan tata kelola program studi, fakultas dan perguruan tinggi
  2. Kompetensi lulusan -> melakukan review kurikulum dan pembelajaran
  3. Layanan Individual Mahasiswa -> berkaitan dengan keberadaan Carrer Center, adaptasi perkuliahan.

 

MATERI DARI DIRJEN RISTEK DIKTI TENTANG KEPMENDIKBUD NO. 754/P/2020

oleh Wigit Jatmiko

Kepmendikbud No 754/P/2020 tentang IKU PTN dan dibawah LLDIKTI.  Untuk PTS tidak ada kewajiban menerapkan Kepmen ini.  Target-target untuk masing-masing indikator berlaku hanya untuk PTN.  Ada 2 bagian yang ingin disampaikan pada materi ini adalah: IKU untuk PTN dan IKU untuk LLDIKTI dimana PTS harus dukung ketercapaiannya ini. Dan IKU PTN yang mungkin bisa menjadi banchmark bagi PTS. Jadi PTS tidak ada target yang diukur, ukuran-ukuran tersebut bisa menjadi referensi.

Tujuan LLDIKTI mengadakan kegiatan ini agar LLDIKTI mendapat dukungan penuh terhadap ketercapaian ini terhadap target-target yang telah ditetapkan oleh kementerian.

Ada 5 (lima) IKU untuk LLDIKTI dari Kementerian yang harus di dukung oleh PTS, mulai dari butir 2.2 (akreditasi unggul), 3.1 (lulusan yang menghabiskan lebih dari 20 (duapuluh)sks yang berkegiatan diluar kampus (kampus merdeka), 3.2 (implementasi kebijakan antitoleransi, dll), dan 4.1 (kinerja dosen berkaitan dengan tridharma di luar kampus dengan jumlah prodi yang bekerjasama dengan mitra). Teknis pelaporan ini akan dilakukan melalui Simonev.

IKU 2 LLDIKTI : Persentase PTS dengan peringkat akreditasi unggul yang mempunya lebih dari 3000 mhs yang terdaftar atau meningkatkan mutu dengan cara konsolidasi dengan PTS lain berserta formula penghitungannya.

IKU 3 LLDIKTI : Presentasi PTS yang memiliki lebih dari 30% lulusan yang menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) sks berkegiatan di luar kampus; atau meraih prestasi paling rendah tingkat nasional.

IKU 4 LLDIKTI: Persentase PTS yang implementasi kebijakan antiintoleransi, antikekerasan seksual, antiperundungan, dan antikorupsi.

IKU 5 LLDIKTI: Persentase PTS yang berhasil meningkatkan kinerja dengan meningkatkan jumlah dosen yang berkegiatan tridharma di luar kampus dan jumlah program studi yang bekerjasama dengan mitra.

Lebih dari 30% (tiga puluh persen) dari program studi S1 dan D4/D3/D2 melaksanakan kerjasama dengan mitra.

Kriteria Mitra:

  1. Perusahaan multinasional
  2. Perusahaan nasional berstandar tinggi
  3. Perusahaan teknologi global
  4. Perusahaan rintisan (startup company) teknologi
  5. Organisasi nirlaba kelas dunia
  6. Institusi organisasi multirateral
  7. Instansi pemerintah, BUMN/BUMD
  8. Perguruan tinggi yang masuk dalam SQ100 berdasarkan bidang ilmu (QS by subject)
  9. Perguraun tinggi, fakultas atau program studi dalam bidang yang relevan (untuk PTN vokasi dan PTN Seni Budaya)
  10. Rumah sakit
  11. UMKM

 

MATERI DARI LLDIKTI 4 TENTANG SIMONEV

Isian melalui simonev.lldikti4.or.id dapat login dengan akun sisisfo LLDIKTI IV.

Periode Pengisian data setiap triwulan. Diantaranya adalah:

Pengisian Target Senin, 10 Agustus 2020 s.d 25 Agustus 2020
Pengisian Realisasi Triwulan I Senin, 10 Agustus 2020 s.d 25 Agustus 2020
Pengisian Realisasi Triwulan II Senin, 10 Agustus 2020 s.d 25 Agustus 2020
Pengisian Realisasi Triwulan III Kamis, 1 Oktober 2020 s.d 7 Oktober 2020
Pengisian Realisasi Triwulan IV Jumat, 1 Januari 2021 s.d 7 Januari 2021

 

Kontak Person LLDIKTI IV berkaitan dengan SIMONEV

  • Elfa (Staf Sub Bagian Perencanaan dan Penganggaran LLDIKTI 4) 0857-220-40582
  • Idik Nurdik  082115454515

 

SDM Unggul – Profesi Komputer dan Informatika dalam Menghadapi Era Digital

Tantangan yang dihadapi oleh Setiap Kampus dalam Merumuskan Strategi

  1. Revolusi Industri ke 4
  2. Era digital
  3. Ekonomi digital (ekonomi kreatif)
  4. GIG Economy
  5. Kecerdasan Artifisial
  6. KKNI – SKKNI – Peta Okupasi
  7. Kampus Merdeka

 

 

RAKORNAS APTIKOM 2020 – KAMPUS MERDEKA

Materi ini disampaikan oleh Pembina APTIKOM (Prof Eko Indrajit)

Lost instranslation bahwa kita terlalu banyak mendapatkan jargon tapi lupa ensensi (makna) pendidikan.

Menurut UU bahwa makna pendidikan adalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Pendidik bisa guru, dosen, praktisi, orangtua, ustad, dan sebagainya.

Sumber belajar itu bisa dari buku, TV, koran, majalah, YouTube, radio, internet, zoom dan lain sebagainya.

Lingkungan belajar itu bisa dirumah, di ruang kelas, virtual, dan lain sebagainya.

Itulah diatas esensi belajar.

Merdeka Belajar kampus diberikan kesempatan untuk berkreasi dan berionivasi sebebas-bebasnya dalam melaksanakan tri dharma – sejauh yang dilakukan tidak melanggar prinsip-prinsip proses pembelajaran dalam lingkungan pendidikan tinggi.

Varibel pembelajaran adalah interaksi, pendidik, peserta didik, sumber belajar

Perguruan tinggi terkemuka di dunia biasanya memiliki ciri berupa penyelenggaraan Program Studi yang di satu pihak lulusan dan ilmunya dibutuhkan industri, dipihak lain ilmu tersebut merupakan kekuatan dari dosen-dosen yang dimilikinya.

Dosen saat ini bukan lagi sumber belajar karena materi bisa didapatkan di internet yang lebih lengkap dan menarik, dosen bisa bertindak sebagai arsitek dari proses pembelajaran.

Apa artinya menjadi dosen merdekaMerdeka dalam menentukan tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran, model pembelajaran, bahan pembelajaran, evaluasi pembelajaran.

Industri tidak akan bertanya ANDA TAHU APA, akan tetapi ANDA BISA APA tugas dosenlah membekali siswa dengan kompetensi tersebut dengan berbagai cara dan pendekatan pembelajaran yang relevan.

Ada beberapa strategi yang bisa dijadikan referensi adalah sebagai berikut:

Strategi #1 Setiap perguruan tinggi memiliki program studi dan konsentrasi sesuai dengan kebutuhan industri dan portopolio kepakaran dosen.

Strategi #2 Libatkan industri sedini mungkin, tidak perlu menunggu hingga semester-semester akhir.

Strategi #3 Dosen wajib memiliki tandem profesional dari dunia industri maupun lembaga penelitian di luar kampus.

Strategi #4 Transformasi dari model pembelajaran berbasis konten menjadi berbasis kompetensi profesional.

Strategi #5 Jadikan lingkungan sekitar sebagai laboratorium hidup bagi para dosen dan mahasiswa yang ingin menciptakan karya untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Strategi #7 Perguruan tinggi harus memiliki roadmap portofolio karya yang akan dihasilkan secara kolektif oleh para dosen dan mahasiswanya sebagai basis penelitian dan tugas akhir.

Strategi #8 Selama studi di kampus, mahasiswa harus mengumpulkan portofolio karya agar menjadi profesional graduate, bukan “fresh graduate”

Strategi #9 Manfaatkan MOOC dan jaringan mitra industri sebesar-besarnya, melalui mekanisme transfer kredit dan credit earning.

Strategi #10 Implementasi mekanisme “waive” untuk mempercepat studi melalui pendekatan rekognisi pembelajaran lampau.

Strategi #12 kesan perguruan tinggi sebagai high-regulated institution di indonesia harus dihilangkan menjadi organisasi dengan kultur egaliter, inklusif dan non birokratik.

Kampus Merdeka adalah masalah mind set.  95% Open Mind inti dari transformasi dan pemilihan strategi agar tujuan tercapai adalah keterbukaan pikiran, Mau mengubah paradigma, pola pikir, dan perilaku adalah syarat utama dalam menghasilkan perubahan yang signifikan.

 

 

RAKORNAS APTIKOM 2020 – OPENING

Sambutan Ketua APTIKOM PUSAT

Di dalam RAKORNAS APTIKOM 2020 ini kita ingin menggali dan memperkuat kerjasama yang ada disekitar kita. Sehingga kehadiran kampus dirasakan oleh Stakeholder, mulailah untuk mengimplementasikan Kampus Merdeka – Merdeka Belajar. Melalui Kampus Merdeka ini kita diberikan kebebasan yang terkendali untuk melakukan inovasi sesuai dengan kebutuhan kita.

Waktunya kita mengimplementasikannya apa yang dimaksud dengan Kampus Merdeka. Inilah himbauan yang benar-benar kongkrit. Kita punya pengetahuan dibidang informatika tapi sedikit sekali bahkan hampir lupa bahwa ilmu tersebut harus diamalkan dan diimplementasikan bahwa ada penggunanya diujung sana. Menurut pengamatan bahwa kita kurang mengamalkan ilmu kita. Kalau mengajar kita hanya sharing (berbagi) ilmu tapi belum mengamalkannya.

Di RAKORNAS APTIKOM 2020 ini bahwa kita ingin berkarya dan berinteraksi dengan stakeholder kita. Munculkan inovasi-inovasi dari lingkungan kita sendiri dulu sebelum lingkup global. Sekecil apapun ilmu yang kita miliki kita harus amalkan.

Kita jangan lagi menjadi follower Industri 4.0 tapi kita harus menjadi master Industri 4.0 kita harus bawa teknologi tersebut ke kampus kita untuk kita kembangkan.

Resource base activities, kita dapat manfaatkan dari yang ada dulu, tidak harus menunggu fasilitas lengkap, mulailah bekerja dengan yang ada, kita akan naik kelas dengan memanfaatkan yang ada disekeliling kita.

“Bersama kita bisa meningkatkan kesejahteraan kita, bersama kita bisa untuk membangun kompetisi global”

 

Sambutan Ketua APTISI UMUM PUSAT

Kondisi Indonesia saat ini kita sedang menghadapi permasalahan yang melanda Indonesia. Kondisi kekinian Indonesia mestinya tidak banyak diatur, mestinya bebas dan tidak terjajah. Indonesia yang begitu luas, negara kepulauan terbesar di dunia dengan etnis yang begitu banyak, kita memiliki juga banyak perguruan tinggi sekitar 4670, dan kita juga memiliki Program Studi khususnya untuk Prodi Komputer sekitar 1200 memiliki SDM hampir 1 juta lebih. Industri 4.0 memaksa kita untuk berubah dan kita masuk Industri 4.0 dan memperkenalkan kampus cerdas (smart campus). Sistem fisik menjadi Internet of Things (IoT). apa konsekwesinya? transformasi digital dan efisiensi.

Saat ini analisis data menjadi kebutuhan utama. Model kampus baru adalah model kampus cerdas. Akan hancur kampus-kampus tembok, sehingga ijazah tidak lagi diperlukan dan kita akan masuk di era bahwa ijazah tidak akan menjadi peran utama dan digantikan oleh uji kompetensi akan menjadi syarat di dunia kerja.

Masuk ke dalam Digital Disrupsi, apa yang terjadi kondisi kampus kita? Kampus zaman now sudah berbeda jauh, mahasiswa bisa kuliah dimanapun, sambil santai sambil belajar.

Secara Smart Campus dengan E-lecture, E-service, Big Data, E-thesis, E-library, kepentingan kita kali ini bahwa diperlukan skill (keterampilan) 4.0 seperti critical thinking, service orientation dan semua disiapkan dalam IT Base. Memecahkan masalah yang masih asing. tapi kondisi saat ini kita punya kelemahan yaitu bagaimana skill industri, complex problem solving yang harus dimiliki oleh mahasiswa kita. Kebutuhan pekerjaan sekarang berbeda dengan masa lalu.

Di industri sudah begitu dahsyat tapi kondisi kita belum berubah. Peran APTIKOM menggodok dalam upaya membangun SDM unggul, APTIKOM mendorong kampus-kampus indonesia secara umum. Dominasi asing masih terlalu besar menguasai berbagai bidang.

Kesimpulannya APTIKOM agar mempelopori pendidikan karakter berbasis smart campus dengan mengembangkan ICT.

Konsepnya sederhana perubahan diri:

  1. Mulai dari diri sendiri
  2. Mulai dari sekarang
  3. Mulai dari yang kecil-kecil

“Kita harus memberikan yang terbaik kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Marilah kita bersiap diri menghadapi era disrupsi”

 

Keynote Speaker Dirjen Dikti

Situasi saat ini kita meluluskan 1,7 sarjana baru, akan tetapi lapangan kerja mengalami konstraksi.  Dengan cara ciptakan lapangan kerja baru dan menggerakan ekonomi.

Solusi dengan reformasi pendidikan (digitalisasi pendidikan), pemulihan kesehatan (alkes, vaksin dan obat-obatan, ketahanan pangan (kampus membangun desa pertanian 4.0), pemulihan ekonomi (penguatan produk DN, penguatan UMKM, dan transformasi digital, penciptaan lapangan kerja baru dan akselerasi wirausaha baru).

Reformasi & Digital Pendidikan dilakukan dengan dengan Device (digitalisasi sekolah dan kampus, 2000 SMK sebagai basis produksi didukung oleh 10 perguruan tinggi) dan Jaringan (INHERENT).

SDM Digital. dengan kurikulum Kampus Merdeka, Micro Credential untuk nasional digital talent pool (Google, NVIDIA, ARUBA) Project-Based Development (digitalisasi ekonomi, digitalisasi UMKM, wirausahawan muda digital)

Kampus Mengajar (relawan mahasiswa melakukan program kampus mengajar – literasi dan numerasi termasuk literasi dan finansial. SDM Kesehatan terdiri dari Health Promoting Campus, Pengembangan API, Obat-obatan dan peralatan ksehatan dan dukungan. SDM Ketahanan pangan dan Pembangunan Desa dengan kampus membangun desa (peningkatan produktivitas pangan, smart farming 4.0. on farm development (kampus merdeka, CoE, competitive funding), pengolahan pasca panen, packaging, dan digital marketing, ekspor), pembangunan desa (smart village – kerjasama dengan desa dan pendamping dana desa), dukungan (penguatan lumbung pangan nasional).

Kampus Merdeka terdiri dari:

  • Program (Digital Talent Pool, Technology Innovation  Device, Sekolah Ekspor, CEO Academy, UMKM Academy, Kampus Membangun Desa, KKN Tematik).
  • Target Project (UMKM, Jasa, Manufaktur, Ekstraktif, Social Entreprenur, Pariwisata.
  • Outcome/Impact (Start Up, New Business Spin off, Empowered UMKM, Improved Manufacktur, Pasar Ekspor Baru, Eco-tourism).

Sambutan prof Ucok sebelum memberikan plakat kepada keynote speaker sbb: Apa yang bisa kita kerjakan semuanya sudah kita take off dan tidak ada lagi keraguan sedikit pun dan sudah lebih dari cukup dan kita sudah banyak berteori untuk itu mari kita amalkan melalui kampus merdeka.

KKN UR 2021

SIMANTU

Launching Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SIMANTU)

Materi dapat diakses di:

https://drive.google.com/drive/folders/1eJ3BCcjfXkqQ9QCuD4JNKjacRLGZbBv8?usp=sharing

Streaming Youtube:

Laporan Sosialisasi Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) menuju Akreditasi Unggul

Link Slide: http://bit.ly/SosialisasiAPT 

Link Materi: http://bit.ly/apt-sby

Workshop Pekerti

Workshop Pekerti Dapat diakses di: disini